Indahnya takdir
Tuhan
“..tokk tokk tokk “. Suara orang
mengetuk pintu dari luar. Sabtu pagi tepatnya pikul 07.45 tampak seorang pemuda
sedang menyambangi rumah Vema yang sepi. “..ehh
mass Jodi , silahkan masuk mass.. kok tumben tumbenan datang kemari?? Emang ada
latian teater ya?”. “ ngga boleh ya main kesini.. yasudah aku pulang aja..”. “
jangan donk.. tunggu sebentar ya.. aku buatin minum”. Sambil menunggu Jodi
melihat lihat isi rumah Vema. “ hayoo..
lagi liatin fotonya sapa sihh.. serius amat?”. “..ini foto siapa vem?”. “..ohh
itu , itu foto mamaku?, kenapa cantik ya?”. “iya cantik, mirip sama kamu..
hehe”. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10.00 . “..vem maaf yaa aku ngga bisa berlama lama lagi.. mau ada latian
band, besok kalo ada waktu aku main kesini lagi”. “ohh gitu yaa.. yaudah hati
hati pulangnya mass..”. Jodi pun segera mengendarai motornya. Mereka
sebenarnya sedah kenal lama , tapi baru akhir akhir ini saja mereka akrab
karena lebih sering bertemu di Teater. Mereka memang ikut ekstra teater di
sekolahnya, maka dari itu mereka sering bertemu.
Pagi
yang indah, cahaya matahari yg tidak begitu menyilaukan mata, suara kendaraan
mulai terdengar membangunkan Vema dari tidurnya. Seperti biasa setiap kali
bangun tidur Vema melihat tudung saji yang berada di dapur. “..wahhh ada telur dadar sama sambell..
huumm yummy”. Tanpa pikir panjang Vema pun langsung menyantap hidangan di
meja makan. Setiap hari Minggu pukul 9 pagi Vema selalu latihan Teater di
sekolahnya. Kali ini Vema begitu bersemangat untuk berangkat, mungkin karena
ada Jodi. Vema memang mulai menyukainya. Baginya Jodi itu cowo yang dewasa,
setia, dan bisa di jadikan kakak pokoknya sempurna di mata Vema. Setiap kali Vema
smsn sama Jodi dia selalu di buat tersenyum olehnya. Entah itu gombal atau
tidak tapi, rayuan, perhatian, dan janji jani yg di ucapkan oleh Jodi membuat
Vema semakin menyukai Jodi. Hingga pada tanggal 14 Februari pukul 19.30 Jodi
datang kerumah Vema , memang sudah di rencanakan oleh mereka untuk meresmikan
hubungannya di hari Valentine.
“..haii mas
Jodi, kok lama sihh ? ini buat kamu..”.
“..wahh makasih
ya, pasti akan aku makan coklatnya.. dan aku mau ngomong sesuatu sama kamu”. Memegang
tangan Vema
“yaudah ngomong aja mas..”.
“..hehehe gak jadi ngomong
dehh,, aku Cuma mau ngasih map sama coklat ini ke kamu.. kamu ikuti petunjuknya
di dalam map ini ya.. nanti kamu bakalan tau isi hati.ku kok.. jangan lupa
bacanya harus di depan kaca”
“.. apaan nih? Aneh aneh aja. Yaudah nanti
aku buka”.
“..eemmm aku pamit dulu ya Vem ,
ada latian band nih udah di tunggu sama anak anak”.
“ kok buru buru sih?, iya deh .
hati hati ya”.
“...eeemmm muuuacchh “.
Mencium kening Vema
Tak di sangka Vema mendapat kecupan di
keningnya. Sungguh malam yg begitu romantis saat itu. Di bawah ribuan bintang
menambah hangat suasana. Hati Vema begitu bahagia. Tanpa pikir panjang lagi Vema
membuka isi map sambil berdiri di depan kaca yg isinya ‘’ jangan kaget tolong di balik’’
Vema membaliknya dan ternyata isinya adalah ‘’ paras seperti ini yang mampu
meluluhkan hatiku :* happy valentine aku sayank kamu’’ alangkah
terkejutnya Vema setelah membacanya. Air mata pun jatuh “ aku
juga sayang kamu Jodi.. sayaangg banget “. Dan di hari itulah mereka
jadian.
Seperti
biasa setiap hari minggu Jodi selalu kerumah Vema. Tapi kali ini berbeda, Jodi
tidak ada kendaraan sehingga terpaksa naik angkot dan Vema yg menjemputnya di
depan. Disinilah kerenggangan hubungan mereka terjadi. Ketika Jodi miminta Vema
untuk mengantarnya pulang, mereka terlibat masalah yang begitu serius. Di
tengah perjalanan pulang , Vema yg waktu itu tidak memakai helm tiba tiba di
berhentikan oleh polisi. Akhirnya mereka ditilang dan STNK Vema harus di tahan. Terpaksa Jodi harus pulang
naik angkot lagi, dengan wajah Jodi yang marah dan kecewa terhadap Vema
mewarnai kepulangan Jodi, bagaimana tidak sesaat sebelum Vema mengantar Jodi
pulang, Jodi sudah mengingatkan Vema untuk membawa 2 helm, tapi tidak di dengar
oleh Vema. Akhirnya setelah kejadian itu Jodi jarang sekali menghubungi Vema.
Sesekali Vema sms Jodi, hanya di bales yang menurutnya penting saja.
Mendapati hal itu Vema berkali kali meminta maaf dan
menyesali kejadian itu, akan tetapi Jodi masih saja marah sama Vema.
Vema pun tidak berdiam diri begitu saja. Setelah STNKnya
kembali dan semua masalah telah selesai, Jodi
datang kerumah Vema. Betapa bahagianya Vema mengetahui hal itu, Vema
langsung memeluk Jodi .
“kau
kemana saja..? aku disini merindukanmu..”.
“ tenang sayang.. aku tidak akan lari dari
tanggung jawab.. sekarang katakan , aku harus membayar berapa untuk
melunasinya..”.
“..
tidak usah, kau tak perlu mengganti semua uangku.. itu semua salahku.. dan
sepantasnya aku yg harus membayar semuanya..”.
”..
benarkah itu? Sudahlah katakan saja berapa aku harus membayar..”.
“ Jodi , aku tau kebutuhanmu begitu banyak,
untuk itu aku tidak akan merepotkanmu..”. jodi hanya tersenyum dan mencium
kening Vema.
Satu minggu sudah Jodi tidak pernah lagi menghubungi Vema. Alasannya
adalah , karena dia akan mengikuti UNAS , untuk itu dia hanya fokus di ujian
saja. Akan tetapi berbeda dengan apa yang dirasakan Vema, dia merasa Jodi tidak
menyayanginya lagi. Sampai pada akhirnya seorang laki laki yang pernah menjadi
masa lalu Vema menghubunginya lagi, Ovar
namanya. Hari demi hari Vema lewati bersama Ovar. Sekarang yang ada di pikiran
Vema adalah lebih baik aku berpacaran dengan Ovar lagi dari pada di beri
harapan yang tak pasti oleh Jodi, ovar sangat menyayangiku, jika Jodi masih
menyayangiku harusnya dia menghubungiku setelah UNAS selesai, tapi sampai
sekarang tidak ada satu pesanpun darinya. Yang makin membuat hati Vema sakit
adalah setiap status Jodi account Facebooknya dia selalu membicarakan gadis
lain yg entah siapa namanya. Karena sakit hati Vema pun meremove Jodi dari
facebook Vema.
“..ohh bagaimana ini? Semua tugas Fisikaku
belum selesai..”. gerutu Vema saat sedang mengerjakan tugas tugas dari
sekolahnya. Beberapa saat kemudian, hape Vema berdering, ternyata ada satu
pesan yang isinya ‘’sebenernya aku mau ngenalin dia ke kamu, tapi kamu udah keburu salah
paham. Dia sepupu aku yang dari bali, sekarang terserah kau saja’’ ternyata pesan itu dari Jodi. “... apa yang telah ku lakukan, hubungan
kita belum berakhir, ohhh.. ini semua salahku..”.
Tiga bulan sudah hubungan Vema dan Ovar berlanjut, namun
tetap saja Vema tidak bisa melupakan Jodi, Vema masih mencintai Jodi dia
berharap Jodi akan datang kepadanya suatu hari nanti. Tapi semua harapan itu
musnah ketika Jodi memutuskan untuk melanjutkan Kuliyahnya di Malang, terlebih
Jodi satu kost sama seorang perempuan, semakin membuat Vema takut kehilangan
Jodi. akan tetapi Vema tidak berhenti berharap begitu saja. Handponenya tiba
tiba berdering ternyata dari Ovar.
“..beiib di mana kamu saat aku kesepian?”.
“..maaf bhiee bukannya aku tak
mau menghubungimu lagi. Tapi ini ku lakukan untuk kebaikanmu juga, aku sakit
biie , aku tak mau menularkan penyakitku ini kepadamu, kita bertemu 8 bulan
lagi..”.
“ tidak bisakah lebih cepat
lagi, kenapa harus 8 bulan?”
“.. bisa biie, jika kau mau
kematianku lebih cepat lagi, kita bisa bertemu sekarang juga..”.
“ apakah separah itu? Sebenarnya
apa penyakitmu ini?”
“ sudahlah biie, aku sayang
kamu, aku tak mau kau mengkhawatirkanku, biar ku simpan sendiri penyakitku
ini..”
“ tapi aku juga perlu tau
tentang penyakitmu ini..”
“tenang saja biie setelah 8
bulan, aku akan sembuh dan kita akan bersama lagi”. Ovar menutup telfonnya.
Waktu terus berjalan, sunyi, sepi, hanya itulah yang di
rasakan Vema 6 bulan ini, setelah Jodi pergi meninggalkannya dan Ovar yang tak
kunjung sembuh dan tak menghubunginya lagi Vema semakin terpuruk hidupnya,
kesedihan dan kerinduan bercampur menjadi satu. Entah apa yang di rasakan Vema
saat itu, dia berjalan perlahan. Pada akhirnya dia sampai di depan rumah Ovar,
awalnya Vema tidak ingin masuk, tapi karena dia di panggil oleh seorang wanita cantik
yg ternyata ibunya Ovar dia menoleh kebelakang.
“..ibu memanggil saya?”.
“.. kamu Vema ya, sini nak.. ibu
ingin sekali melihatmu. Ternyata kau gadis yang sangat cantik.. Ovar sering
bercerita tentangmu”.
“..ibu bisa saja.. buu bagaimana
keadaan Ovar sekarang? Apa dia sudah lebih baik?’’
“ apa kau belum mendengar kabar
tentang Ovar? Apa tidak ada yang memberitahumu sayang?”
“ apa yang terjadi dengan Ovar
buu? Aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi. Vema ketakutan.
“ nakk.. Ovar.. diaa.. sudah
meninggal 2 bulan yang lalu, maaf ibu tidak mencarimu , karna ibu pikir kau
sudah mengetahuinya sejak awal..”. ibu mulai menangis
“.. tidakk mungkin buu.. ini
tidak mungkin terjadi.. dia bilang setelah 8 bulan penyakitnya akan sembuh
total.. tapi kenapa dia meninggal?, sebenarnya penyakit apa yg dia derita?”
“ apa Ovar tidak memberitahumu
kalo dia mengidap penyakit kanker darah stadium akhir.. memang semula dokter
mengatakan dia akan sembuh jika di oprasi setelah menjalani pengobatan selama 8
bulan, tapi sayang takdir berkata lain. Dia meninggal sebelum di operasi..”
“.. knapa tidak ada yg
memberitahuku, aku belum sempat mengatakan aku mencintainya buu.. apa yang
harus aku lakukan sekarang,”. Berlinang air mata
“.. dia hanya meninggalkan surat
ini untukmu nak.. coba kamu baca ya .. ibu belum membacanya sama sekali,”
Haii.. Vemaa, apa kabar? Maaf ya aku
tidak menghubungimu
Jangan khawatir.. aku sekarang sudah merasa lebih baik disini.. Tuhan
menjagaku dengan baik..
Vem.. aku merindukanmu di sana. Mungkin kau baru mendapatkan surat ini
ketika aku sudah berada di sisi Tuhan, maafkan aku yang tidak bisa
memberitahumu.. aku hanya takut kau menangisi kepergianku, dan itu hanya akan
membuatku sulit untuk pergi. Apa kau juga merindukanku?
Bhiibie.. jaga dirimu baik baik ya, kita pasti akan bertemu lagi di
alam sana, satu pesanku jangan bertindak ceroboh hehehe.. kau makhluk Tuhan yg
paling indah yang pernah Tuhan kirimkan untukku.. terimakasih atas semua
waktumu untukku, aku mencintaimu..
Ovar..
“ibuu.. apa ibu tak
keberatan mengantarkanku ke peristirahatan terakhirnya?”
“.. ayo ikuti ibu..”
Setelah
kejadian itu hidup Vema semakin tak karuan,
hanya diam dan diam. Ovar sudah meninggal dan Vema sangat menyesali itu
karena dia tidak bisa melihat wajah Ovar yang terakhir kalinya. Hingga pada
suatu hari, 5 tahun kemudian. dia berjalan jalan menyusuri taman tiba tiba “..bruukkkkk” dia menabrak seorang cowo
yg tidak asing lagi wajahnya. “..maafkan
aku aku tidak sengaja..”.Setelah di lihat lihat ternyata cowo itu adalah
Jodi.”..jodiii...?”. “Vema..?”.” apakah
ini benar kau Jodi?”. duduk di
sebuah bangku taman.
“.. bagaimana kabarmu? Kau semakin gemuk saja...”
“.. bagaimana kabarmu? Kau semakin gemuk saja...”
“baikk.. kau sendiri bagaimana?
Apa kau sudah menikah? Hehehe”
“..ahh
tidak, aku sama sekali belum menikah, pacar saja aku tidak punya”.
“ benarkah? Aku tidak percaya”
“ percaya tidak percaya tapi
itulah yang terjadi.. aku tidak mempunyai kekasih lagi setelah berpisah
denganmu..”
“.. wahh hebatt kau setia
sekali, sama akupun begitu”.
“benarkah?, jika kau menanyakan
apakah aku masih mencintaimu sampai saat ini, jawabannya iya.. bagaimana denganmu?”
“kau pasti tau jawabannya.. kita
bertemu lagi besok malam jam 7 disini, aku akan memberimu jawabannya..”
“..baiklah , semoga saja tidak
membuatku kecewa.. dahhh “
“..hehehe dahhh”.
Keesokan harinya merekapun bertemu kembali.
“.. haii apa kau menunggu seseorang nona?”
“..iyha aku menunggumu, hehehe
sudah jangan bercanda”
“.. baiklah , Vem apa kau masih
mencintaiku?”
“.. iyya aku mencintaimu Jodi
sampai saat ini dan untuk selamanya”
“.. begitu ya, tapi sayangnya
aku tak mau lagi berpacaran denganmu”
“.. lalu untuk apa kau
menyuruhku kesini?”
“ aku belum selesai bicara.. aku
memang tidak mau berpacaran denganmu lagi, tapii aku ingin kau menerima cincin
ini dan menikahlah dengan.ku”
“ apa kau serius, kau tidak
berbohong kan?”
“ untuk apa aku berbohong
padamu?, sampai saat ini tidak ada yg bisa menggantikanmu di hatiku Vem.. aku
mencintaimu
“ ohhh akuu mauu .. iyaa aku mau
menikah denganmu.. lantas kenapa kau tidak menghubungiku selama ini?”
“ aku sengaja, aku ingin
mengejar cita cita ku menjadi dokter, dan aku ingin membuktikan kalo jodoh.ku
adalah kamu, sekarang kita di pertemukan kembali. Itu berarti kita memang jodoh
iya kan??”
“.. terimakasih Jodi , aku
sangat mencintaimu..”
Vema pun memeluk jodi dan menerima pinangannya, Jodi
berbalas mencium kening Vema dengan mesranya..
our happpy ending...
Selesai....